Monday, 4 July 2016

Juliyatmono Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Karanganyar 2016-2021



KARANGANYAR
Juliyatmono, terpilih kembali sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Karanganyar untuk ketiga kalinya.
Juliyatmono yang juga bupati Karanganyar itu, terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar yang diselenggarakan pada, Minggu (3/7/2016) sore. Ini merupakan periode ketiga Juliyatmono memimpin partai berlambang pohon beringan itu.
Musda yang nyaris luput dari perhatian wartawan tersebut, diikuti oleh 17 pimpinan kecamatan, organisasi sayap Partai Golkar serta DPD I Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng) yang memiliki hak suara.
Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Muhammad Iqbal Wibisono, mengatakan, Musda Partai Golkar ini merupakan agenda untuk memilih ketua partai periode 2016-2021.
Dalam proses pelaksanaannya, kata Iqbal, Musda Golkar Karanganyar, hanya ada satu calon tunggal, yakni Juliyatmono yang sebelumnya telah memperoleh rekomendasi dari DPP Partai Golkar.
Menurut Iqbal, rekomendasi yang ditandatangani oleh ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto dan sekretaris Idrus Marham tersebut, merupakan salah satu persyaratan untuk maju kembali sebagai calon ketua.
“Karena ini periode ketiga, maka sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, maka calon yang akan maju sebagai ketua, harus memperoleh rekomendasi dari DPP Partai Golkar,” jelas Iqbal, Minggu (3/7/2016) sore.
Dijelaskan dia, sebelum proses pemilihan ketua. Ketua DPC Partai Golkar menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2010-2015.
“Setelah mencermati laporan pertanggungjawaban pengurus lama, maka semua unsur, secara aklamasi memilih kembali Juliyatmono sebagai ketua DPC Partai Golkar Karanganyar,” terang Iqbal.
Ditegaskannya, dengan terpilihnya kembali sebagai ketua, Juliyatmono diminta untuk segera melakukan konsolidasi partai serta menggelar Muscam yang harus selesai pada 31 Oktober mendatang.
Terpisah, ketika dikonfirmasi, Juliyatmono mengatakan, segera melakukan konsolidasi dan melengkapi kepengurusan partai dan melaksnakan Muscam sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.
Kami segera melakukan konsolidasi dan membentuk kepengurusan mulai tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan,” katanya 
(Sumber: Lintas Solo, Iwan Iswanda)

Saturday, 2 July 2016

MUDIK KE KARANGANYAR 2016





Mudik merupakan salah satu upaya keinginan umat Islam untuk bisa berkumpul, bercengkerama, bersenda gurau terhadap keluarga dan saudara-saudara terdekatnya. Mudik ke desa adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi mereka yang punya hati nurani untuk berbagi terhadap sesamanya.
Mudik yang seolah-olah telah menjadi rutinitas dan budaya tahunan bagi umat Islam harus dimaknai sebagai sebuah upaya peningkatan nilai-nilai ketakwaan dan keimanan. Umat Islam harus bisa mentransendensikan dirinya melalui olah rohani serta kemampuannya sebagai upaya untuk merajut jalinan kasih dengan sesama umat manusia.
Tindakan yang perlu dilakukan oleh umat Islam ketika mudik ke rumah adalah melakukan ta'aruf, silaturahmi dan berbaik-baikan kepada orang tua, saudara-saudara sebagai bagian dari diri umat Islam untuk kembali menjadi fitrah yang suci, setelah melakukan ibadah puasa penuh selama 1 bulan lamanya. Dengan begitu, nilai-nilai kebaikan dari kesucian itu bisa muncul kembali ke dalam diri dan ruh umat Islam.
Mudik adalah sebagai wisata spiritual. Dengan wisata spiritual akan membangunkan kesadaran umat Islam, yakni nilai-nilai kesadaran religiusitas yang harus dijadikan langkah awal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mudik di Karanganyar
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan bahwa Jalur tembus Tawangmangu-Magetan Jawa Timur aman dilewati pemudik. Namun, Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, tidak menutup mata kondisi tebing di jalur tembus rawan longsor. “Ya kalau hujan memang harus hati-hati. Tetapi, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca ke depan enggak ekstrem. Jadi, jalur ini aman. Silakan lewat jalur tembus, tetapi harus hati-hati. Patuhi rambu-rambu,” kata Yuli.
Dia menyampaikan optimistis kerja sama lintas sektor dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melewati jalur tembus. “Persiapan sekarang sudah jauh lebih baik. Semua sudah ready. Pos lebih bernuansa lebaran. Rambu sudah komplet dan mudah-mudahan lancar,” ujar dia.
Polres Karanganyar memasang rambu-rambu tambahan dari banner. Isinya peringatan tentang kondisi jalan yang berkelok-kelok, dan lain-lain.

Rest Area
Sebanyak enam kepolisian sektor jajaran Resor Karanganyar, Jawa Tengah disulap menjadi rest area selama arus mudik dan balik lebaran. Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan semua Polsek yang berada di jalur utama maupun jalur alternatif mudik akan menjadi rest area. Lokasi tersebut juga dilengkapi semua kebutuhan bagi pemudik.
"Ini perintah langsung dari Kapolda sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dan ini baru pertama kali dilaksanakan Polres dijadikan lokasi rest area," jelas Ade (30/6/2016).
Keenam Polsek yang siap dijadikan rest area adalah Polsek Colomadu, Polsek Gondangrejo, Polsek Jaten, Polsek Tawangmangu, Polsek Karangpandan, dan Polsek Kebakkramat. Pasalnya enam wilayah tersebut merupakan jalur yang dilalui para pemudik.
"Sebisa mungkin kita usahakan penuhi apa yang menjadi kebutuhan pemudik, seperti toilet dan tempat istirahat yang aman dan nyaman," paparnya.
Setidaknya Polres Karanganyar telah siapkan 6 Pos Pam (Pos Pengamanan) di di Colomadu (pintu tol Klodran), Gondangrejo, Jaten, Waru Kebakkramat dan Tawangmangu. 4 Pos Yan (Pos Pelayanan) didirikan di Bejen, Sroyo, Karangpandan dan Cemorokandang.
"Dan satu pos terpadu di alun-alun Karanganyar yang merupakan posko gabungan lintas sektoral," lanjut Kapolres.
Selama pelaksanaan Operasi Ramadaniya Candi 2016 ini Polres Karanganyar menerjunkan seluruh personelnya untuk melayani masyarakat yang melaksanakan mudik.

Mudik Gratis 2016
750 warga Karanganyar yang merantau di ibu kota tiba di Plasa Alun-Alun Karanganyar kemarin (1/7) sekitar pukul 05.30. Kedatangan peserta Mudik Gratis 2016 itu disambut Bupati Karanganyar Juliyatmono.
Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar Rusdiyanto mengatakan, rombongan menggunakan 16 bus berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Kamis (30/6).
Mereka dilepas Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo didampingi Kepala Dishubkominfo Karanganyar Agus Cipto Waluyo. “Selama perjalanan lancar, tidak mengalami kendala apa pun,” kata Rusdiyanto.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, program Mudik Gratis 2016 sebagai bentuk kepedulian pemkab kepada warga Karanganyar di perantauan. Program serupa telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut. Para perantau ini dinilai layak mendapatkan bantuan mudik gratis karena punya semangat kerja tinggi.
Punya etos kerja yang tinggi selama merantau. Oleh karena itu, pemerintah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas mudik gratis. Warga Karanganyar yang berada di mana pun akan tetap kita perhatikan,” kata Bupati.
Pagi kemarin Juliyatmono juga menunjukkan salah satu pesatnya pembangunan di Karanganyar. ”Mungkin panjenengan sedaya kaget, sak niki (Anda semua kaget, sekarang) Karanganyar semakin maju. Seperti Plasa Alun-Alun Karanganyar ini tambah ramai. Setiap hari jadi tempat kumpul keluarga. Ada hiburan air mancur joget juga, setiap malam selalu ramai,” beber Juliyatmono.

TIPS MUDIK 2016
1.      Asupan makanan
Sebelum mudik, jaga kondisi tubuh anda agar tetap fit. Untuk yang memiliki riwayat penyakit, sempatkan memeriksakan kesehatan ke dokter. Dalam perjalanan mudik, makanlah camilan setiap 2 jam sekali karena tubuh butuh asupan karbohidrat yang cukup. Hindarilah meminum kafein dalam jumlah banyak sebelum mudik. Kadar glukosa yang tinggi akan membuat pengemudi cepat letih. Lebih baik membuat minuman berenergi sendiri misalnya air dengan perasan lemon
2.      Istirahat yang cukup
Untuk menjaga konsentrasi, pengemudi disarankan untuk beristirahat setiap menempuh perjalanan selama 4 jam. Rehat ini sangat berguna menghilangkan kelelahan dan rasa jenuh. Kalau kelelahan berlebihan, tidurlah secukupnya.
3.      Mengecek kondisi kendaraan
Periksa tekanan ban, air radiator, oli mesin dan minyak rem. Untuk menjaga keakurasian, bawa kendaraan anda ke bengkel untuk diperiksa secara detail sehingga membuat anda nyaman melakukan perjalanan mudik.
4.      Teknik mengemudi
Mengemudikan kendaraan butuh konsentrasi penuh, jangan sekali-kali melakukan aktivitas lain seperti sibuk dengan gadget yang sangat membahayakan keselamatan. Untuk menjaga konsentrasi, tempatkan istri, anak atau sanak keluarga lain di bagian depan/samping sopir sebagai pengingat untuk selalu waspada. Di jalan, tentu akan berhadapan dengan kendaran lain yang ukurannya jauh lebih besar seperti truk dan bus. Kondisi ini tentunya akan membatasi jarak pandang, oleh karena itu jaga jarak ideal kendaraan dengan objek di depan.
Patuhi semua rambu-rambu lalu lintas agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Kenali tanda-tanda atau isyarat dalam berkendara.
5.      Muatan
Perhatikan barang bawaan anda yang akan dimuat dalam kendaraan. Kendaraan yang membawa beban melebihi batas, akan mengurangi handling. Jangan memaksakan diri untuk memboyong semua barang bawaan, apalagi sampai memenuhi bagian atas kendaraan. Jika memang harus dibawa, manfaatkan jasa pengiriman paket.
6.      Posisi
Pengecekan tahap akhir ini cukup penting bagi anda yang ingin melakukan perjalanan jauh. Sebelum memulai perjalanan, pastikan posisi sandaran jok cukup tegak. Parameternya adalah seluruh bagian punggung harus bersentuhan dengan jok. Atur posisi spion samping maupun dalam kendaraan sebelum memulai perjalanan. Singkirkan aksesori yang terlihat menarik, namun sebenarnya mengundang bahaya.
Aksesori seperti tuas forklift di setir, bantal sandaran kepala, bantalan seatbelt dan mainan di atas dasboard, terbukti dapat meningkatkan potensi cedera ketika anda mengalami kecelakaan.
(Diolah dari berbagai sumber)

Baznas Salurkan 23,5 Ton Beras ke 4.7000 Penerima





KARANGANYAR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar membagikan 23,5 ton beras kepada 4.700 orang penerima zakat melalui lembaga atau yayasan di 16 kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (2/7/2016).
Penerima zakat tidak perlu mengantre. Lembaga maupun yayasan di setiap kecamatan bertanggung jawab mengantarkan zakat ke rumah setiap penerima zakat. Sementara itu, satu kecamatan, yaitu Ngargoyoso tidak meminta zakat fitrah dari Baznas Kabupaten Karanganyar tahun ini.
Baznas menerima zakat fitrah dari 8.974 orang. Mereka adalah pegawai negeri sipil (PNS) di tingkat kabupaten dan kecamatan, guru, dan lain-lain. Total dana yang terkumpul adalah Rp225.060.000. Setiap muzaki membayar Rp25.000 untuk harga beras Rp10.000 per kilogram.
“Ada 209 lembaga, takmir, panti, dan kelompok yang mengajukan permohonan bantuan zakat fitrah. 23,5 ton kami distribusikan kepada mereka lalu dibagikan ke 4.700 orang. Langsung ke rumah dan enggak boleh diambil di masjid,” kata Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Karanganyar, Iskandar, saat ditemui wartawan di Masjid Agung Kabupaten Karanganyar, Sabtu (2/7/2016).
Iskandar berharap seluruh zakat fitrah sudah sampai ke rumah penerima zakat pada Minggu (3/7/2016) atau Senin (4/7/2016). Iskandar menyampaikan satu kecamatan, yaitu Ngargoyoso tidak mengajukan permohonan bantuan zakat fitrah kepada Baznas Kabupaten Karanganyar. Menurut dia, kali pertama Ngargoyoso tidak meminta bantuan.
“Dua tahun lalu meminta bantuan. Kemungkinan masjid di setiap kampung sudah bisa mencukupi kebutuhan sehingga tidak mengajukan bantuan,” ujar dia.
Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, memberangkatkan tiga truk berisi beras yang akan didistribusikan kepada 4.700 penerima zakat di 16 kecamatan di Karanganyar. Rohadi menanggapi satu kecamatan tidak mengajukan permohonan. “Menandakan di Ngargoyoso sudah ada perbaikan kesejahteraan. Semoga zakat yang dibagikan bermanfaat,” ujar dia. (Sumber: Solopos)

Tuesday, 28 June 2016

Jangan diterima jika Beras Raskin Jelek






KARANGANYAR-Bupati Karanganyar, Juliyatmono, melarang warga menerima beras untuk warga miskin (raskin) berkualitas buruk.
“Jangan diterima kalau [raskin] jelek. Biar jadi bukti kalau barangnya memang jelek. Lalu kembalikan,”
kata orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu saat ditemui wartawan seusai upacara Hari Anti Narkoba Internasional di halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Senin (27/6/2016).

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Muhammad Rizal Mulyawan Latief, didampingi Kepala Gudang Bulog Triyagan Sukoharjo, Bramantiyo, menyampaikan kualitas raskin yang dibagikan kepada rumah tangga sasaran (RTS) pada April-Juni termasuk medium.
Rizal meyampaikan kemungkinan terjadi kekeliruan saat pengawasan atau kontrol sehingga ditemukan raskin tidak layak konsumsi diterima RTS.

Namun, Rizal, sapaan akrab Muhammad Rizal Mulyawan Latief, itu menyampaikan kesediaan gudang Bulog mengganti raskin tidak layak konsumsi dengan kualitas lebih baik. “Kami tidak memungkiri ada yang terlewat saat pengawasan atau kontrol di gudang. Manakala ditemukan beras yang kurang memenuhi syarat atau bagus silakan kontak ke Kepala Gudang Bulog pengirim. Kami tukar sesegera mungkin. Biaya transportasi ditanggung Bulog,” kata Rizal saat menyampaikan klarifikasi kepada sejumlah wartawan di kantor Gudang Bulog Triyagan, Senin.

Dia menyampaikan petugas Bulog sudah mengecek ke sejumlah RTS yang menerima raskin di Desa Bulurejo, Gondangrejo. Hasilnya, nihil. Menurut Rizal, warga sudah menjual maupun menukar raskin. Menurut Rizal, hal itu tidak fair karena warga melapor setelah beras dikonsumsi, dijual, maupun ditukar.
Dia memastikan petugas pengawas sudah menyortir beras yang tidak sesuai persyaratan. Tetapi, mereka kewalahan apabila diminta menyeleksi seluruh karung beras di gudang Bulog. Rizal berkilah banyak hal mempengaruhi kualitas beras. Seperti, cara tanam, pemupukan, pola pikir petani, penggilingan tradisional, dan lain-lain.

“Semua kemungkinan bisa terjadi sebagai penyebab kualitas beras buruk. Gudang kami sudah kuno.
Solusi meminimalisir kemungkinan terburuk itu petani harus mengubah mindset, pemupukan, dan cara tanam. Jangan grusa-grusu panen padahal belum saatnya. Rata-rata penggilingan di Indonesia masih tradisional dan produk yang dihasilkan belum bisa sesuai kualifikasi,” jelas dia.
Rizal tidak dapat memberikan banyak keterangan saat ditanya kemungkinan beras Bulog yang tidak layak konsumsi akan kembali lagi ke Bulog setelah melewati rangkaian pengolahan.

“Bukan ranah saya itu. Kami hanya sampai distribusi. Tetapi, ya bisa jadi [beras balik ke Bulog]. Tetapi, kami akan mendapatkan alat PH meter. Alat itu dapat mengecek beras lama atau beras baru didrop alat PH meter. Jadi bs diketahui itu beras lama atau beras baru yang masuk ke gudang,” tutur dia.

Sementara itu, Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Czi) Santy Karsa Tarigan, mengungkapkan masing-masing pihak tidak boleh saling menyalahkan terkait temuan raskin tidak layak konsumsi di Gondangrejo. Tetapi, dia tidak menampik bahwa temuan raskin tidak layak konsumsi itu merupakan keteledoran. Dia berharap kejadian itu tidak terjadi lagi.

Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan saat menyerap gabah maupun beras adalah menolak pihak penyedia beras dan gabah yang produknya tidak memenuhi syarat.
“Ini program pemerintah yang harus dikawal bersama. Terima kasih sudah membantu mengawasi distribusi raskin. Secara teknis, tugas kami menyerap gabah sebanyak-banyaknya dan piket mengawasi kuantitas dan kualitas beras yang masuk. Selama ini, beras medium yang masuk itu sudah memenuhi syarat,” tutur Dandim.

 (sumber: Solopos, Sri Sumi Handayani)

Bupati Juliyatmono: Jalan berlubang ditambal dan akan selesai sebelum Gema Takbir Berkumandang






KARANGANYAR–Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya lelang kegiatan-kegiatan fisik bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016.
Kekecewaan orang nomor satu di Bumi Intanpari disampaikan di hadapan para legislator, dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), saat rapat paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Tanggapan Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015, Rabu (15/6/2016).

“Yang kecewa tidak hanya bapak dan ibu semua, saya juga kecewa. Saya tidak mau memberikan sambutan saat peletakan batu pertama proyek pembangunan gedung baru RSUD sebagai bentuk kekecewaan,” ujar dia. Bupati menyatakan telah menganalisis penyebab lambannya proses lelang. Pembenahan akan dilakukan bertahap.
Pembenahan baik dalam proses perencanaan kegiatan, maupun pembinaan terhadap Unit Layanan Pengadaan (ULP). Terkait kinerja ULP, menurut Bupati lambannya proses lelang karena sikap sangat hati-hati dari jajaran unit tersebut.

“ULP dapat banyak pekerjaan bersamaan, dengan persepsi ketentuan yang belum sama, saat ada satu pelelang digagalkan, tidak bisa dilanjutkan. Ini karena super hati-hati,” kata dia.
Ihwal masih adanya sejumlah ruas jalan yang berlubang, Yuli, panggilan akrab Bupati, bertekat segera menambalnya. Proses tersebut ditargetkan selesai sebelum takbir berkumandang pada malam menjelang hari Raya Idul Fitri 2016.

“Kami sudah evaluasi. Yang bolong-bolong akan kita tambal sebelum takbir berkumandang,” imbuh dia.
Yuli berharap tidak terjadi penumpukan kegiatan fisik pada akhir tahun anggaran. Seluruh SKPD terus dipacu dalam pelaksanaan kegiatan. Beberapa proyek fisik tengah dalam proses lelang. Menurut dia waktu yang ada masih mencukupi. Lebih jauh dia mengatakan kerusakan jalan disebabkan oleh beban kendaraan yang melebihi tonase.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Edhy Sriyatno, mengatakan saat ini masih ada sejumlah proyek yang sedang dilelang ULP. Padahal proyek-proyek tersebut dilempar ke ULP pada 4 April 2016. Saat ini DPU melempar sekitar 43 paket proyek ke ULP.
“Dari keseluruhan paket proyek yang kami lempar ke ULP awal April 2016, baru sekitar 19 paket proyek yang sudah ada pemenangnya. Itu pun kontrak kerja baru-baru saja ditandatangani. Sisa paket proyek lainnya re-tender [lelang ulang]. Proses lelang memakan terlalu banyak waktu. Mudah-mudahan proses re-tender lancar,” tutur dia.

(Sumber: Solopos, Kurniawan)