Halaman Beranda

Rabu, 08 Oktober 2014

Maaf lama tidak ada postingan baru

Kepada pemirsa blog ini, mohon maaf karena lama tidak ada postingan baru, karena admin blog ini passwordnya lupa, harap maklum. Tapi secepatnya akan ada postingan baru, nuwun

Minggu, 16 Februari 2014

Surat Edaran Bupati Juliyatmono Terkait Meletusnya Gunung Kelud



Surat Edaran Bupati Tentang Kewaspadaan Meletusnya Gunung Kelud Jawa Timur

Nomor 360/ 747.3

Berkaitan dengan kondisi hujan abu sebagai akibat aktivitas meletusnya Gunung Kelud di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur yang dampaknya sampai ke wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya, maka dengan ini kami himbau untuk hal-hal sebagai berikut:
  1. Bagi seluruh Pimpinan/ Kepala instansi Pemerintah maupun swasta yang menyelenggarakan Pelayanan umum kepada masyarakat, seperti layanan kesehatan, layanan perbankan, dan layanan umum lainnya agar tetap menjalankan aktivitasnya;
  2. Bagi seluruh Pimpinan/ Kepala Instansi Pemerintah yang melakukan fungsi pemerintahan dapat tetap melaksanakan tugas dan kegiatan dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi saat ini;
  3. Bagi seluruh Kepala Sekolah negeri maupun swasta di lingkungan Kabupaten Karanganyar agar dapat meliburkan siswa/ siswinya sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut;
  4. Bagi seluruh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan apabila ada keperluan mendesak di luar rumah dihimbau untuk menggunakan masker dan berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan;
  5. Bagi Camat dan Kepala Desa/ Lurah untuk melakukan pemantauan kondisi dan perkembangan keadaan diwilayah masing-masing dan segera melaporkannya kepada Bupati;
  6. Bagi Kepala SKPD dengan dikoordinasikan oleh Kepala BPBD untuk melakukan koordinasi dalam rangka penanggulangan akibat bencana di wilavah Kabuparen Karanganyar.

Demikian untuk menjadikan maklum dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

BUPATI KARANGANYAR
TTD
JULIYATMONO

BERITA

Berhubungan dengan bencana alam meletusnya Gunung Kelud Kamis malam pukul 22.50 WIB dan dampak letusan tersebut sampai ke Kabupaten Karanganyar yakni berupa hujan debu vulkanik yang jatuh sejak malam membuat aktivitas masyarakat terganggu. Menyikapi hal tersebut Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk tindakan antisipasi agar warga terhindar dari gangguan pernapasan (ISPA). (Jum’at pagi,14/02)


Bupati dan segenap jajaran membagikan masker kepada masyarakat baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor dan mobil yang melintas disekitar Perempatan Pegadaian Karanganyar.

Gunakan masker saat keluar rumah dan hidupkan lampu kendaraan karena debu vulkanik sangat tebal” ungkap Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membagikan masker kepada masyarakat. 
(sumber: karanganyar.go.id)

HIMBAUAN
1. Gunakan selalu MASKER bila bepergian
2. Nyalakan Lampu kendaraan bila berkendara
3. Saling Tolong-menolong dan gotong royong untuk membersihkan abu vulkanik 
    di jalan-jalan sekitar rumah.

Minggu, 19 Januari 2014

Grogojan Sewu harus berkontribusi pada PAD Karanganyar!

Minggu, 19 Januari 2014 

Solopos.com, SEMARANG - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengancam menyegel objek wisata Grojogan Sewu yang terletak di lereng Gunung Lawu Karanganyar.
Hal ini diungkapkan  saat Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Jawa Tengah di Gradika Bhkati Praja, Kota Semarang, Kamis (16/1/2014).
Dia mengancam akan menyegel Grojogan Sewu. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tidak mendapatkan bagian apa-apa dari obyek wisata Grojogan Sewu yang berada dilahan milik Perhutani dan Kementerian Kehutanan itu.
Akan saya segel Grojogan Sewu, biar menteri-nya [Menteri Kehutanan] nanti datang ke saya,” tandas dia.
Juliatmono yang baru sebelum menjabat Bupati Karanganyar ini, lebih lanjut menyatakan pengelolaan objek wisata tersebut saat ini oleh pihak swasta dengan sistem kontrak dengan Perhutani dalam jangka puluhan tahun. Kondisi ini merugikan pemerintah daerah, karena tidak mendapatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) maksimal.
Menurut Juliyatmono, selama ini pemerintah daerah hanya mendapatkan bagian sampah dari objek wisata yang berada di bawah Gunung Lawu tersebut.
Saya meminta supaya pengelolaan Grojogan Sewu dilalukan pemerintah daerah. Kalau tidak diserahkan akan saya segel,” ungkapnya.
Bupati Karanganyar menambahkan, pihaknya mendapatkan keluhan masyarakat tentang kondisi jalan menuju air terjun rusak, banyak berlobang sehingga membahayakan pengendara kendaraan yang melintas di sana.
Jalan menuju Grojogan Sewu Tawangmangu itu jalan provinsi, sehingga tanggangjawab perbaikan pemerintah provinsi, tapi masyarakat mengeluhkan kepada saya,” ungkapnya.

Sumber: Solopos

Rabu, 08 Januari 2014

Menyantuni Korban Tanah Longsor


Karanganyar, Selasa (07/01/2014)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan santunan langsung kepada warga yang mengalami kerugian akibat tanah longsor di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.
Pemberian santuan itu langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Kapolres Karanganyar AKBP. Martireni Narmadiana, Senin (06/01) siang.
Painem, (65), warga RT 05 RW 01, Dusun Tegal Rejo mengalami kaki memar sebelah kanan menerima santunan dua juta rupiah. Hujan yang turun sejak Minggu sore mengakibatkan talud yang ada diatas rumahnya roboh sehingga menimpa rumahnya, akibatnya bagian samping mengalami rusak berat. “Saat itu pukul 03.00, Senin (06/01), mbah Painem sedang menjalankan ibadah shalat,” jelas Camat Tawangmangu Yopi Ekojati Wibowo.
Selain itu kandang ternak milik Paiman, juga warga Tegalrejo, tertimpa longsor berakibat rusak. Talud kandang sepanjang 12 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter ambrol, akibatnya ternak sapi dan kambing di dalam kandang ikut jatuh.”Kaki salah satu kambing patah. Namun untungnya ternak lainnya masih bisa terselamatkan,” kata Yopi. Dari Pemkab Karanganyar Paiman menerima bantuan sebesar dua juta rupiah.
Warga lain yang mendapatkan bantuan sebanyak satu juta rupiah yakni Mariman mengalami kerugian ternak kambing mati satu, selain itu bagi Suwaji yang akibat tanah longsor talud didekat rumahnya rusak.
Saat musim hujan kita harus meningkatkan kewaspadaan dan sigap jika terjadi bencana alam. Apalagi Karanganyar merupakan daerah rawan bencana,” ungkap Bupati Juliyatmono. pd 
sumber: karanganganyar.go.id