Tuesday, 3 December 2013

SEPUTAR PELANTIKAN YURO

Pelantikan YURO insya'allah akan dilakukan pada 15 Desember 2013 di Taman Pancasila (bukan di DPRD seperti biasanya). Hal ini dilakukan agar warga masyarakat dapat melihat langsung Bupati Juliyatmono dilantik, kalau di DPRD khan terbatas tempatnya. Kursi undangan sekitar 4.000 orang. Jalan mulai pegadaian sampai bejen akan ditutup (H-2), arus lalu lintas akan dialihkan.

Warga Masyarakat yang ingin bertemu langsung dengan YURO silahkan datang di Taman Pancasila hari Minggu 15 Desember. Yang tertib, ya? (semoga info ini bermanfaat)

Sunday, 1 December 2013

Ucapan Selamat dari Camat Tawangmangu

"Selamat dan Sukses atas terpilihnya 
H. Drs. Juliyatmono, MM dan H. Rohadi Widodo, SP
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 
Periode 2013 - 2018"
  

  Camat Tawangmangu 
Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos, MM

Ucapan Selamat dari Camat Karangpandan


"Selamat dan Sukses atas terpilihnya 
H. Drs. Juliyatmono, MM dan H. Rohadi Widodo, SP
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 
Periode 2013 - 2018"

Camat Karangpandan 
Sugeng Raharto, M.Si

Sunday, 24 November 2013

Camat Jaten: "Selamat dan Sukses pada Bupati Karanganyar Terpilih Drs. H. Juliyatmono, MM"

Camat Jaten Titik Umarni, SH, MM mengucapkan: 
"Selamat dan Sukses atas terpilihnya 
H. Drs. Juliyatmono, MM dan H. Rohadi Widodo, SP
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 
Periode 2013 - 2018"

Monday, 18 November 2013

Camat Jatipuro mengucapkan Selamat dan Sukses pada Bupati Karanganyar Terpilih Drs. H. Juliyatmono, MM

Camat Jatipuro Drs. Sutrisno, MM
mengucapkan Selamat dan Sukses atas terpilihnya 
H. Drs. Juliyatmono, MM dan H. Rohadi Widodo, SP
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 
Periode Tahun 2013-2018.

Camat Gondangrejo Bersama Drs. H. Juliyatmono, MM


Camat Gondangrejo Drs. Suhardi, SE, MM
mengucapkan Selamat dan Sukses atas terpilihnya 
H. Drs. Juliyatmono, MM dan H. Rohadi Widodo, SP
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 
Periode Tahun 2013-2018.

Sunday, 10 November 2013

Rp 258 Juta untuk Pelantikan Bupati Karanganyar


Karanganyar – Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2013-2018, Juliyatmono-Rohadi Widodo pada 15 Desember menelan dana Rp258 juta. Anggaran tersebut  digunakan untuk menjamu konsumsi tamu, pembuatan undangan hingga dekorasi gedung.

Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Karanganyar, Sujarno, mengatakan anggaran pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih berasal dari APBD Karanganyar. Prosesi pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih dilakukan dengan menyelenggarakan rapat paripurna istimewa yang diselenggarakan di Gedung DPRD Karanganyar. Dipastikan para kepala daerah lain maupun pejabat teras baik di tingkat provinsi Jateng maupun daerah akan menghadiri acara tersebut.
“Anggarannya Rp 258 juta, jadi prinsipnya hanya plafon anggaran bukan untuk dihabiskan,” katanya kepada wartawan di kantornya, Selasa (29/10).

Pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan prosesi pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih termasuk keamanan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar menyiagakan petugas di sekeliling Gedung DPRD Karanganyar. Selain itu pihaknya akan menyiapkan sekitar 1.500 undangan  yang disebar ke para kepala daerah, pejabat tinggi maupun tokoh masyarakat di Karanganyar. Mereka menjadi saksi prosesi pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih di Gedung DPRD Karanganyar

“Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan para kepala daerah lain akan datang, kami sudah siap menggelar prosesi pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,” jelasnya.

Camat Jumantono Timotius Suryadi, S.Sos, M.Si 
mengucapkan Selamat dan Sukses atas terpilihnya 
H. Drs. Juliyatmono, MM dan H. Rohadi Widodo, SP
sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 
Periode Tahun 2013-2018.

Saturday, 9 November 2013

Friday, 1 November 2013

Bupati-Wakil Bupati Karanganyar Terpilih Pakai Fasilitas Lama



Kamis, 31 Oktober 2013 03:45 WIB
Solopos.com, KARANGANYAR — Pasangan bupati dan wakil bupati terpilih, Juliyatmono-Rohadi Widodo setelah resmi dilantik akan tetap memakai fasilitas lama. Mereka tak akan mengalokasikan anggaran besar-besaran untuk membeli berbagai fasilitas baru bagi kepala daerah.
Bupati terpilih, Juliyatmono, mengatakan dirinya tetap akan memakai fasilitas lama kepala daerah seperti rumah dinas maupun mobil dinas. Pihaknya juga tak akan mengalokasikan anggaran untuk membeli perabotan rumah tangga atau keperluan lainnya yang tak berguna. “Fasilitas yang ada kan sudah representatif. Harus diberdahayagunakan sebaik mungkin,” katanya saat ditemui Espos di Gedung DPRD Karanganyar, Rabu (30/10/2013).
Menurutnya, pembelian perlengkapan rumah dinas hanya memboroskan anggaran daerah. Anggaran itu bisa dialihkan untuk membiayai program lain yang menyentuh langsung kalangan masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan.
Setelah resmi dilantik, Juliyatmono bakal memprioritaskan turun lapangan ke setiap pedesaan. Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi maupun keluhan masyarakat di wilayah pedesaan. Sehingga bisa langsung dicari solusi alternatif untuk merampungkan persoalan tersebut. “75 persen saya akan di lapangan untuk menyerap keluhan masyarakat. Saya pribadi orang lapangan,” jelasnya.
Soal rencana pembangunan jangka panjang, Yuli menjelaskan percepatan pembangunan akan difokuskan di wilayah pedesaan terutama infrastruktur. Bila tak ada lagi keluhan warga pedesaan maka pembangunan baru dialihkan ke wilayah perkotaan.
Selain itu, proyek pembangunan jangka panjang akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya akan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang belum rampung digarap semasa pemerintahan bupati sebelumnya. “Pembangunan itu tak boleh terputus bila belum tuntas maka akan diselesaikan secara bertahap. Misalnya proyek pembangunan jalan tembus Tawangmangu-Magetan akan dirampungkan tahun ini. Sementara pembangunan fly over akan dimulai lagi awal 2014 mendatang,” terang Yuli.
Hal senada juga diungkapkan wakil bupati terpilih, Rohadi Widodo. Menurutnya, saat ini, fasilitas kepala daerah masih mendukung saat menjalankan tugas menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, tak perlu ada penambahan fasilitas mewah bagi kepala daerah karena tugas utamanya mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan masyarakat. (Bony E.W.)

Thursday, 31 October 2013

Yuli Ancang-ancang Rancang Perda

Senin, 21 Oktober 2013 08:15 WIB

Solopos.com, KARANGANYAR - Calon bupati (Cabub) terpilih, Juliyatmono ancang-ancang merealisasikan program unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar lalu.
Yuli, panggilan akrabnya, telah merancang peraturan daerah (perda) sebagai payung hukum setelah resmi dilantik sebagai Bupati Karanganyar pada Desember mendatang.
Selama ini, pasangan calon bupati-wakil bupati terpilih, Juliyatmono-Rohadi Widodo selalu berkoordinasi dengan para pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar. Koordinasi itu dilakukan agar setelah resmi dilantik dapat segera menjalankan roda pemerintahan di Bumi Intanpari.
Kami telah merancang perda yang digunakan sebagai payung hukum menjalankan program unggulan selama lima tahun. Tentunya, kami melakukan koordinasi dengan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar secara intensif,” ujar Yuli saat ditemui wartawan di Karanganyar, Minggu (20/10/2013).

Pendidikan Gratis
Menurut Yuli, pihaknya tengah melakukan inventarisir permasalahan bidang pendidikan di Karanganyar. Dia meminta setiap pemerintah desa dan kepala sekolah membantu mendata jumlah siswa yang diikutkan dalam program pendidikan gratis. Program pendidikan gratis bakal diprioritaskan sejak awal. Hasil pendataan tersebut akan disinkronkan dengan database milik instansi terkait. Diharapkan, segala macam persoalan di bidang pendidikan dapat segera terpecahkan.
Semua anak sekolah berhak mendapatkan pendidikan gratis tak terkecuali. Anggaran pendidikan akan ditanggung langsung pemerintah daerah,” jelas Yuli.
Pria yang kini masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Karanganyar itu juga telah merancang rencana jangka panjang pembangunan Karanganyar selama lima tahun mendatang. Tak hanya pendidikan, berbagai aspek lainnya antara lain infrastruktur, kesehatan, perekonomian menjadi sasaran utama percepatan pembangunan Bumi Intanpari.  Yuli juga siap melanjutkan program kerja yang belum rampung dilaksanakan pada masa kepemimpinan bupati sebelumnya.
Sebelumnya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, meminta setiap SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar segera menyelesaikan program kerja sebelum habis masa kepemimpinannya pada pertengahan Desember mendatang. Dia meminta komitmen setiap SKPD terhadap program jangka panjang yang dilaksanakan selama lima tahun.(Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Wednesday, 23 October 2013

Juliyatmono Segera Realisasikan Pendidikan Gratis


Karanganyar –  Bupati Karanganyar terpilih, Juliyatmono segera merealisasikan semua janji yang dia diucapkan selama masa kampanye Pilkada beberapa waktu lalu. Seluruh visi misi yang ditawarkan dalam kampanye, segera direalisasikan dalam bentuk peraturan daerah.
Hal tersebut diungkapkan Juliyatmono, usai merayakan HUT Partai Golkar yang ke 49 di Gedung DPRD Karanganyar, Sabtu (19/10) malam.

Menurut Juliyatmono, sejak ditetapkan sebagai bupati terpilih, dia bersama wakil bupati terpilih dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar secara intensif terus melakukan pembahasan. Terutama yang berkaitan dengan rencana jangka panjang pembangunan Karanganyar, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan gratis.

Untuk saat ini persiapan sudah dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat bawah hingga atas. Selain itu, kesiapan dari sisi payung hukum berupa peraturan daerah (Perda) juga sudah ada. Semua anak berusia sekolah di Karanganyar nanti akan berhak mendapatkan pendidikan gratis. Mereka tidak perlu lagi dibebankan biaya karena semua akan ditanggung daerah,” kata Juliyatmono.

Dijelaskan, saat ini pihaknya melakukan inventarisasi terhadap persoalan pendidikan di Karanganyar ini. Politisi Golkar ini, minta kepada RT/RW, kepala desa, hingga camat wajib melakukan pendataan. Di wilayah mereka nantinya harus didata siapa saja warga yang memiliki anak berusia sekolah. Hasil dari pendataan ini kemudian akan disampaikan ke tingkat lebih atas yakni Dinas Pendidikan selanjutnya dari data ini akan diimplementasikan dalam program nyata.

Sumber: 
Nanang Rahadian - Timlo.net 
Senin, 21 Oktober 2013